Tampilkan postingan dengan label Akhlaqul Karimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaqul Karimah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2014

Kitab Qurrotul 'uyun

Kitab ini termasuk dalam kekayaan khazanah kitab kuning yaitu :“Qurotul uyun” dalam kitab ini tidak hanya mengajari pasangan suami istri bergaul …hingga pergaulan yang paling intim…bahkan juga memuat petunjuk -petunjuk tentang hari-hari baik untuk melaksanakan perkawinan(hal-hal baik lainnya)

PASAL PASAL Kitab Qurrotul 'uyun

pasal 1 Nikah dan Hukumnya
pasal 2 Beberapa hal yang positif dalam nikah
pasal 3 hal-hal yang perlu di upayakan dalam menikah
pasal 4 mencari waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim
pasal 5 sekitar penyelenggaraan pesta perkawinan(walimah)
pasal 6 tentang tata krama melakukan hubungan intim
pasal 7 tentang etika dan cara-cara yang nikmat dalam melakukan hubungan intim
pasal 8 tentang berdandan dan kesetiaan istri
pasal 9 tentang posisi,cara untuk mencapai puncak kenikmatan dan do`a dalam bersetubuh
pasal 10 tentang makanan yang perlu di jauhi saat sedang berbulan madu dan saat istri hamil
pasal 11 beberapa hal yang harus di upayakan ketika hendal melakukan hubungan intim
pasal 12 kewajiban suami terhadap istri dalam memberi nafkah bathin
pasal 13 posisi dalam bersetubuh yang perlu di hindari
pasal 14 batas-batas yang di haramkan dan di halalkan dalam hubungan intim dengan istri
pasal 15 memilih waktu yang tepat dan hal-hal lainnya yang perlu di perhatikan dalam
hubungan intim
pasal 16 tata kerama orang yang sedang junub
pasal 17 tentang tata kerama orang yang hendak bersetubuh dua kali dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bersetubuh
pasal 18 sumai istri harus saling memuliakan dan saling menghormati
pasal 19 kewajiban suami terhadap istri dan seluruh anggota keluarganya dalam membina
rumah tangga.
pasal 20 suami dan istri wajib mendidik anaknya agar menjadi anak yang berbudi luhur


Download disini : goo.gl/XMVMK4

Sabtu, 07 September 2013

YAKINlah bersama PILIHANmu

Sudahkah Engkau menikah? Kataku, MeNikAh itu “Me mang Nik mat Ah !” Ya, menikah itu pun memilih. Pria siap ditolak dengan "Tidak" atau "Tindak". Wanita siap berkata tidak atau tetap tunduk pada Tindakan pria atau apa kata Papa dan Mama. Bagaimana pun prosesnya, yang telah lalu biarlah berlalu. Tapi kuhargai pilihanmu; yang dulu, yang kini, yang akan. Walau mungkin, kau dulu menikahinya bersama ragu, dan bahkan bagi sebagianmu yang sampai saat ini masih ragu, maka coba tanamkan keyakinanmu. Tanamkan saja dengan senyum terbaikmu. Mudah. Alhamdulillah.

Jangan menunggu bahagia baru engkau tersenyum, tapi tersenyumlah sebaik upaya, maka insya Allah kebahagiaan akan segera bersamamu. Bahagia itu bukan dari sana, tapi dari sini. Bukan dari harta, tapi dari hati. Bukan dari mata, tapi dari penglihatan nurani.

Sugestikan dirimu, setiap kenikmatan bangun pagi dianugerahkan kepadamu. “Ya Allah terimakasih, dia adalah pasangan terbaik yang Engkau hadirkan untukku!” Bersyukurlah dengan pilihanmu, maka kenikmatan hidupmu akan menjulang. Tak usah mengeluh, kalaulah bersyukur itu jauh lebih ampuh.

Begitu pun, jangan menunggu sukses baru engkau bersyukur, tapi bersyukurlah sebaik upaya, maka insya Allah kesuksesan akan segera bersamamu. Sukses itu bukan dari sana, tapi dari sini. Bukan dari harta, tapi dari hati. Bukan dari mata, tapi dari penglihatan nurani. La insyakartum La aziidannakum. Kalau engkau bersyukur maka Allah berjanji akan menambahkan nikmat-Nya untukmu. Bilakah Allah tak menepati janji-janji-Nya? Bersyuklurlah.

Jadi, mulai hari ini, pilihlah jangan meragu. Pilihlah jangan terus menunggu. Menunggu keyakinan yang enggan hadir dikarenakan engkau pun belum siap menyambutnya. Sambutlah keyakinanmu dengan ceria, dan pilihlah segera, sekarang juga. Cukup satu detik untuk yakin, bisa pula sepuluh tahun untuk menjadi yakin. Itu terserahmu. Keberanianmu. Yang jelas, Memilih pun harus yakin. Setidaknya engkau YAKIN bahwa memilih jauh lebih meyakinkan dari pada berdiam diri, meragu.

Kemudian, ingatlah – sekali lagi dan selalu - bahwa memilih pun harus diiringi kekuatan syukur. Tiada lebihnya jika kau memilih lalu mengeluh semisal : “Benar dugaanku, ini adalah pilihan yang salah!”. Sebab jika kau meyakini pilihanmu sebuah kesalahan, maka kau akan mendapatkan berbagai kesalahan lainnya dalam hidupmu, sebab di fana ini, kita digerakkan oleh apa yang kita yakini adanya.

Taruhlah, walaupun di kasat mata pilihan itu ternyata salah, tapi jiwamu tetap saja boleh tersenyum, sebab kau telah banyak belajar dari kesalahanmu, dan kau tetap bersyukur dengan pilihanmu. Mari berumpama : Mungkin saja kalau pilihanmu saat itu “tepat” dalam pandanganmu, maka boleh jadi sekarang kau sudah terjerumus dalam jiwa jumawa, super istidroj – dosa-dosa yang tak terasa dosa, seperti sedang dicintai-Nya, padahal Dia sedang menghukummu dengan kesenangan semu. Dan itu tentu saja jauh lebih fatal dan vital.

Sahabatku, selama engkau yakin bahwa Allah menawarkan yang terbaik dan memberikan yang terbaik, maka engkau akan mendapatkan yang terbaik. “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku”, begitulah firmannya dalam sebuah hadist Qudsi.

Ya, seberat apapun liku menuju keterbaikan itu. Lakukan saja liku itu. Pastinya, dibalik liku ada laku, dibalik pilu ada pahala, dibalik serat ada sehat, dibalik pelik ada pelak, dibalik kelam ada kalam, dibalik frustasi ada prestasi, dibalik sukar ada sekar, dibalik duri ada dara. “Pokoknya” bersama kesulitan itu ada kemudahan. Filter kita adalah, fokuslah pada kemudahannya, insya Allah hidup kita akan dimudahkan-Nya. Mudah, Furqon, Otomatis!

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. {TERJEMAHAN DATA SUCI Q.S. Al-A’raaf (7) : 201}

Wallahu alam
KZ
www.cahaya-semesta.com

Sabtu, 31 Agustus 2013

Integritas Adalah...

Apa yang ada di benak Anda mengenai Integritas...
Hampir di semua perusahaan atau organisasi, dengan bidang bisnis apapun, selalu ada satu nilai di dalam organisasi yang menjadi acuan dalam bekerja, yaitu INTEGRITAS.
Bahkan Warren Buffet pun pada saat ditanya “Bagaimanakah Bapak memilih dan menentukan orang-orang yang menjadi pegawai Bapak?” menyebutkan ada 3 kualifikasi yang harus dipenuhi oleh mereka, yaitu memiliki Integritas,Kecerdasan dan Tingkat Energi yang tinggi.

Namun, apabila kualifikasi yang nomor satu tidak dimiliki oleh mereka, maka 2 kualifikasi yang lainnya tidak akan bermanfaat. Jadi, kuncinya adalah orang yang berintegritas.
"Integrity" atau integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang.

Lawan dari integritas adalah "hipocrisy" (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia).
#integritas : mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran;
*nasional* wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan bernegara (artikata.com)


Berikut tips agar struktur integritas karakter kita selalu bertumbuh dan berkembang, maka harus mengenali juga dengan baik karakter seperti apa yang harus dipelihara dan dikembangkan agar bisa bertumbuh dengan lebih baik.

Menurut Dr. Henry Cloud ada 6 (enam) dimensi integritas karakter yang sangat penting untuk dapat mencapai keberhasilan atau kesuksesan yang hakiki, yaitu:

1. Membangun rasa percaya
Membangun rasa percaya ini tidak cukup hanya kita membina hubungan dengan memberikan perhatian dan berbuat baik, tetapi juga bisa menunjukkan empati dan terlibat secara aktif dalam hubungan tersebut. Selain itu juga membangun kepercayaan tersebut juga dilakukan dengan memberikan bantuan dengan sikap mendukung dan bukan menentang atau menunjukkan penolakan. Dan dalam membangun kepercayaan ini dibutuhkan juga aspek kekuatan, karena kita tidak mungkin menyandarkan kepercayaan kita kepada orang-orang yang memiliki sifat pengecut, tidak kompeten dan pembohong/penipu, jadi harus ada rasa KEBUTUHAN untuk bisa membangun kepercayaan.


2. Berorientasi pada kebenaran
Seperti yang kita pahami sebelumnya, apabila kita berdiskusi tentang integritas maka konteks yang muncul adalah kejujuran dan etika, karena kedua karakter ini adalah aspek dasar dari integritas, karena tanpa keduanya maka tidak ada hal yang lainnya. Sebelum kita melangkah masuk pada jalur yang bernama kebohongan yang harus kita ingat adalah konsekuensi dari suatu kebenaran akan lebih kecil daripada konsekuensi dari sebuah kebohongan.


3. Memperoleh hasil
Kemampuan bekerja dengan cara yang menghasilkan dan dapat menyelesaikannya dengan baik dan benar, dimana disini mengarah pada pencapaian sasaran atau misi.


4. Merangkul yang negatif
Kemampuan merangkul, terlibat, dan menghadapi hal-hal yang negatif yang mengarah pada kemampuan menyelesaikan masalah atau perubahan pada kondisi yang menimbulkan atau berpotensi menimbulkan masalah.


5. Berorientasi pada peningkatan
Kemampuan untuk berorientasi pada pertumbuhan yang mengarah pada peningkatan diri secara pribadi


6. Berorientasi pada hal-hal transenden
Kemampuan untuk menjadi transenden yang mengarah pada perluasan gambaran yang lebih besar dan diri sendiri.


Intinya adalah kejujuran dan satunya kata dengan perbuatan.
Gagasannya adalah, orang yang tidak punya integritas akan hidup dengan penuh kegelisahan. Bukan saja kebohongan menimbulkan ketidaktenangan, Rasulullah Saw menyatakan bahwa :


”kebaikan adalah apa-apa yang jika kamu lakukan, hatimu tenang (damai), sedang kejahatan adalah apa-apa yang jika kamu lakukan, hatimu gelisah" [HR. Ahmad]
Artinya, sesungguhnya integritas identik dengan kebaikan dalam arti luas. Orang yang tidak mempunyai integritas akan mengembangkan keperibadian yang terpecah ("split personality"). 

Orang yang memiliki integritas  tinggi (berakhlak) adalah orang yang hidup sebagai manusia yang utuh dan penuh. Dan hanya manusia yang utuh yang bisa hidup dalam keseimbangan dan kestabilan, dalam ketenteraman dan kebahagiaan.

Sumber :
1. http://m.artikata.com/arti-330870-integritas.html
2. http://juliefisipuns.blogspot.com/2011/05/tentang-integritas.html?m=1
3. http://www.jtanzilco.com/main/index.php/component/content/article/1-kap-news/80-integritaskuncimenujukesuksesan
4. http://mizan.com/kolom-haidar-bagir/hidup-bahagia-dengan-integritas.html
5. http://almanhaj.or.id/content/3407/slash/0/kebaikan-dan-dosa/

Sabtu, 17 Agustus 2013

Motivasi Kemerdekaan

Merdeka itu...

M : Manfaatkan Dunia untuk Akhirat

E : Efektifkan waktu sebaik mungkin

R : Ridho Allah motivasi utama

D : Dengan Iman, Ilmu dan amal sholeh kita arungi hidup ini

E : Esok lebih baik dari hari ini

K : Kenali kekurangan & kelebihanmu

A : Allah Sebaik-baik Penolong dan pelindung

MERDEKA !!!
Nas

Rabu, 14 Agustus 2013

Ketika CINTA hadir, apa yang harus aku lakukan ....

Ketika cinta itu hadir tiba-tiba, sungguh tak terbendung, hanya akibat berbicara beberapa tutur kata saja... dan engkau pun merenung, "Ya Allah, apakah ini yang dinamakan cinta? Dan apakah cinta ini Engkau hadirkan ke dalam diriku sebagai ujian ataukah peluang?"


Sugesti terbaik seperti apa yang bisa aku lakukan?

Cinta itu unik, ia hadir seringkali bukan untukmu, melainkan engkau hanyalah perantara, sebagai penebar cinta itu. Semakin dalam cinta itu menusuk dan menghujam ke hati mu, berarti semakin banyak cinta yang dapat kau tebar ke semesta. Dan artinya semakin besar pula potensimu memasuki hati yang lebih dalam lagi di mana di sana bersamayam Nur Ilahi yang cintanya lebih sejati....

Jika engkau bisa mencintai manusia dengan ke dalaman 10 km menuju titik hati mu, maka engkau seharusnya bisa mencintai Tuhanmu lebih dalam dari itu. Cinta kepada manusia itu bisa dijadikan jalan tercepat menuju cinta Allah. Cinta yang dalam kepada manusia bisa kau jadikan jalan TOL menuju Allah SWT. Jangan sampai cintamu kepada makhluk mengalahkan cintamu kepada Zat yang Menciptakan Cinta dan Makhluk itu.



Ketika cinta itu hadir, maka lupakan stimulatornya, tapi kembalilah kepada Inspiratornya. Semakin dalam cinta itu, semakin menusuk cinta itu, maka semakin besar peluang Anda dekat dengan Tuhan. Caranya, bagikan saja cinta yang hadir itu kepada alam semesta. Jangan kau pendam sendiri di lubuk hatimu, karena cinta yang tak kau tebarkan akan menjadi penyakit dan mewujud cinta yang tak sejati, yaitu bisa menghalangi hadirnya cinta yang lebih sejati. Maka Bagikanlah cinta itu dengan penuh cinta kasih..

Bukankah karena engkau banyak berbagi maka cinta hadir dalam dirimu, kepada dirimu? itu sebabnya, Sungguh, seharusnya, Ketika semakin dalam cinta masuk ke relung hati mu..maka semakin banyak pula engkau bisa berbagi; berbagi cinta, ilmu, dan kasih sayang kepada manusia dan alam semesta....


Wallahu alam

KZ

Tips Sederhana

Cerdaskan fikiranmu dengan membersihkan hatimu

Minggu, 03 Februari 2013

Mengendalikan Diri (part 1)



Mengapa seseorang sulit mengendalikan dirinya? Mengapa seseorang mudah tergoda oleh hawa nafsu? Ternyata salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak paham bahwa kita diberikan-Nya 5 alat bantu atau asisten yang akan membantu meningkatkan kualitas kita sebagai Abdullah dan Kholifatullah.

Kelima asisten itu adalah : Penampilan (PQ - Physical Quotient), Pikiran (IQ - Intellegence Quotient), Perasaan (EQ - Emotional Quotient), Keyakinan (SQ- Spiritual Quotient), dan Keimanan (RQ - Ruhani Qutient), atau kalau disingkat asisten/alat bantu itu bernama P3K2. So, P3K2 ini hanyalah ASISTEN dan bukanlah ANDA.

P3K2 = PENAMPILAN  I  PIKIRAN  I  PERASAAN   I   KEYAKINAN  I  KEIMANAN   

Jadi, Anda bukanlah Penampilan Anda, Anda bukanlah Pikiran Anda, Anda bukanlah Perasaan Anda, Anda bukanlah Keyakinan Anda, Anda bukanlah Keimanan Anda, tapi Anda adalah Abddullah dan Kholifatullah (AdK) yang dibekali 5 asisten yang bernama P3K2.

So, tugas Anda sebagai AdK (Abddullah dan Kholifatullah) adalah menggunakan potensi P3K2 ini secara seimbang dan proporsional. Misalkan, ketika Anda mau berpakaian maka gunakanlah Asisten Penampilan dan Asisten Keimanan agar Pakaian yang Anda gunakan terlihat indah dan menutup aurat.

Jika Anda menemukan masalah matematis dan sains maka gunakanlah asisten Pikiran dan Keimanan. Jangan Anda hitung soal matematik dengan menggunakan alat bantu (asisten) Perasaan. Misal : “7 x 135 perasaan 800 deh... “. Oh, duniamu pasti akan kacau.
Jika Anda bertemu dengan istri Anda, maka gunakanlah perasaan kangenmu, tapi jika Anda bertemu istri orang maka gunakanlah alat bantu pikiran dan keimanan. Jangan malah kangen sama istri orang.

Nah, kunci dari pengendalian diri adalah ketika Anda menggunakan asisten yang ada secara proporsional, dan gagalnya pengendalian diri jika Anda gagal atau salah menggunakan alat bantu yang ada. Demikian untuk sementara penjelasan dari kami.

Wallahu a’lam
Admin S3 I Cahaya-semesta.com

Kamis, 18 Oktober 2012

Tentang Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Selasa, 30 Agustus 2011

5 Cara Memperlakukan Hati


Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أََنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt yang telah memberikan kenikmatan beribadah kepada kita, khususnya pada bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui, bahkan ibadah shalat Id kita pada pagi ini,  Karenanya kita berharap semoga semua itu dapat mengokohkan ketaqwaan kita kepada Allah swt dalam menjalani sisa kehidupan kita di dunia. Ketaqwaan yang membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi amat mulia dihadapan Allah swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Pagi ini kita memiliki perasaan yang sama, yakni gembira. Gembira bukan karena banyak makanan di rumah kita, bukan karena uang kita lebih dari cukup atau bukan pula karena pakaian kita baru. Tapi kita gembira karena berada dalam kesucian jiwa, kebersihan hati setelah melaksanakan ibadah Ramadhan. Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوْبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.
Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa puasa Ramadhan dan shalat malam dengan mengharap ridha Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang dilahirkan ibunya (HR. Ahmad)
Karena itu seharusnya kitapun bersedih karena Ramadhan yang sudah berlalu belum kita jalani ibadah di dalamnya dengan penuh kesungguhan, banyak diantara kita yang berpuasa hanya tidak makan dan tidak minum, shalat tarawih hanya mengejar jumlah rekaat tanpa kehusyuan, tilawah al-Qur’an yang hanya mengejar target khatam tanpa berusaha memahaminya sampai begitu sayang kita kepada harta sehingga tidak mau bersedekah atau hanya sedikit sedekah harta yang kita keluarkan dibandingkan dengan banyaknya harta yang kita miliki. Padahal belum tentu tahun depan Ramadhan bisa kita dapati lagi karena mungkin saja umur kita tidak sampai pada Ramadhan tahun depan sebagaimana hal itu dialami oleh orang tua kita, saudara-saudara, teman dan jamaah kita hingga tokoh-tokoh kita yang sudah lebih dahulu dipanggil oleh Allah swt, karenanya kita doakan mereka yang sudah mendahului kita semoga diampuni dosa-dosa mereka, diluaskan kubur mereka dan dimasukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan oleh Allah swt.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.
Kita semua tentu menyadari betapa banyak pribadi, keluarga, masyarakat, jamaah hingga bangsa dan negara yang tidak baik, amat jauh perjalanan hidupnya dari ketentuan yang digariskan oleh Allah swt, bahkan bisa jadi kita termasuk orang yang demikian, semua itu berpangkal pada hati. Karena itu, hati memiliki kedudukan yang sangat penting. Baik dan buruknya seseorang sangat tergantung pada bagaimana keadaan hatinya, bila hatinya baik, maka baiklah orang itu dan bila hatinya buruk, buruklah orang itu. Rasulullah saw bersabda:
أَلاَ إِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Ingatlah, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, baiklah anggota tubuh dan apabila ia buruk, buruk pulalah tubuh manusia. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu hati harus kita perlakukan dengan baik dalam kehidupan ini. Melalui khutbah pada pagi ini akan kita bahas paling tidak lima hal yang harus kita perlakukan terhadap hati kita masing-masing. Pertama, hati harus dibuka dan jangan sampai kita tutup. Yang menutup hati biasanya orang-orang kafir sehingga peringatan dan petunjuk tidak bisa masuk ke dalam hatinya, Allah swt berfirman:
 إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ  خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagimereka siksa yang amat berat. (QS. Al-Baqarah [2] : 6-7)
Itu sebabnya, ketika Umar bin Khattab menutup hatinya dari petunjuk ia menjadi kafir bahkan sangat membenci Rasulullah saw hingga bermaksud membunuhnya, namun ketika hati sudah dibuka dengan mudah petunjuk bisa masuk ke dalam hatinya yang membuatnya tidak hanya beriman tapi amat mencintai Rasulullah saw. Hal yang amat berbahaya bila hati tertutup selain petunjuk dan nasihat tidak bisa masuk, keburukan yang ada di dalam hati juga tidak bisa keluar sehingga meskipun kita tahu bahwa itu buruk amat sulit bagi kita untuk mengeluarkan atau membuangnya. Ibarat ruangan, bila kita buka pintu dan jendelanya, maka udara kotor bisa keluar dan udara bersih bisa masuk sehingga akan kita rasakan kesegaran jiwa. Berbagai bencana yang kita nilai dahsyat dalam kehidupan kita di dunia ini bisa kita pahami sebagai bentuk upaya menggedor hati manusia agar mau membukanya dan mengakui kebesaran Allah swt, namun ternyata hati yang tertutup rapat tetap saja tidak terbuka, mereka hanya mengatakan hal itu sebagai fenomena alam.
Memperlakukan hati yang Kedua adalah dibersihkan. Seperti halnya badan dan benda-benda, hati bisa mengalami kekotoran, namun kotornya hati bukanlah dengan debu, hati menjadi kotor bila padanya ada sifat-sifat yang menunjukkan kesukaannya kepada hal-hal yang bernilai dosa, padahal dosa seharusnya dibenci. Oleh karena itu, bila dosa kita sukai apalagi sampai kita lakukan, maka jalan terbaik adalah bertaubat sehingga ia menjadi bersih kembali, Rasulullah saw bersabda:
التاَّ ئِبُ مِنَ الذَنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa. (HR. Thabrani)
Hati yang bersih akan membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap dosa, karena dosa adalah kekotoran yang membuat manusia menjadi hina, Allah swt berfirman:
وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ. يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ. إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS. Asy-Syu’araa [26] : 87-89)

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.
Ketiga, cara memperlakukan hati adalah harus dilembutkan. Kelembutan hati merupakan sesuatu yang amat penting untuk dimiliki, hal ini karena dengan hati yang lembut, hubungan dengan orang lain akan berlangsung dengan baik dan ia mudah menerima nilai-nilai kebenaran. Kelembutan hati akan membuat kita memandang dan menyikapi orang lain dengan sudut pandang kasih sayang sehingga bila ada orang lain mengalami kesulitan hidup, ingin rasanya kita mengatasi persoalan hidupnya, ketika kita melihat orang susah, ingin sekali kita mudahkan, tegasnya kelembutan hati menjauhkan kita dari rasa benci kepada orang lain meskipun ia orang yang tidak baik, karena kitapun ingin memperbaiki orang yang belum baik.
Salah satu yang harus kita waspadai yang menyebabkan hati menjadi keras sehingga kita menjadi semakin jauh dari Allah swt adalah berbicara yang tidak baik dan tidak benar, hal ini karena ketika bicara kita demikian lalu ada orang lain menegur, meluruskan atau menasihati, kita cenderung mempertahankan dan membela diri atas pembicaraan kita yang tidak benar itu sehingga tanpa kita sadari kitapun memiliki hati yang menjadi keras, Rasulullah saw bersabda:
لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ, فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ, وَإِنَّ أََبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِى
Janganlah kalian banyak berbicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah. Karena banyak bicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah akan membuat hati keras. Sementara manusia yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras. (HR. Tirmidzi)
Untuk bisa melembutkan hati, kita bisa melakukannya dengan banyak cara, diantaranya menyayangi anak yatim dan orang-orang miskin. Dalam satu hadits disebutkan:
أنَّ رَجُلاً شَكَا إلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ: إِمْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيْمِ وَ أَطْعِمِ الْمِسْكِيْنِ
Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah saw seraya melaporkan kekerasan hatinya, maka beliau menasihatinya: “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makanan kepada orang miskin.” (HR. Ahmad)
Karena itu, amat disayangkan bila ada orang yang hatinya keras bagaikan batu sehingga sulit untuk diberi nasihat dan peringatan sebagaimana yang terjadi pada Bani Israil seperti yang disebutkan Allah swt dalam firman-Nya:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah [2] : 74)

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.
Keempat, hati harus disehatkan.Jasmani yang sehat membuat kita memiliki gairah dan semangat dalam menjalani kehidupan dan makanan yang lezat bisa kita nikmati. Namun bila jasmani sakit tidak ada gairah hidup dan makanan yang enak tidak antusias bagi kita untuk memakannya dan bila kita makanpun tidak kita rasakan kelezatannya. Begitu pula halnya dengan hati, bila hati sakit kita tidak suka pada kebaikan dan kebenaran. Islam merupakan agama yang nikmat, namun bagi orang yang hatinya sakit tidak dirasakan kenikmatan menjalankan ajaran Islam kecuali sekadar menggugurkan kewajiban. Hati yang sakit biasanya dimiliki oleh orang munafik, mereka nyatakan beriman tapi sekadar di lisan, mereka laksanakan kebaikan  termasuk shalat tapi maksudnya adalah untuk mendapatkan pujian orang, karena itu tidak mereka rasakan nikmatnya beribadah dan berbuat baik. Allah swt berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ. يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ. فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahalmereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yangberiman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orangyang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinyasendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambahAllah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta. (QS. Al-Baqarah [2]:8-10)
Karena itu, orang munafik akan mengalami penyesalan yang amat dalam disebabkan keburukan yang mereka sembunyikan di dalam hatinya, Allah swt berfirman:
فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ فَعَسَى اللّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُواْ عَلَى مَا أَسَرُّواْ فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.”  Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (QS. Al-Maidah [5] : 52)
Kelima, ditajamkan. Hati harus kita asah hingga menjadi seperti pisau yang tajam. Pisau yang tajam akan mudah memotong dan membelah sesuatu. Bila hati kita tajam akan mudah pula membedakan mana haq dan mana yang bathil, bahkan perintahpun tidak selalu harus disampaikan dengan kalimat perintah, dengan bahasa isyarat saja sudah cukup dipahami kalau hal itu merupakan perintah yang harus dilaksanakan. Nabi Ibrahim dan Ismail as merupakan diantara contoh orang yang memiliki ketajaman hati sehingga perintah Allah swt untuk menyembelih Ismail cukup disampaikan melalui mimpi dan Ismail menangkap hal itu sebagai perintah ketika Nabi Ibrahim menceritakannya, padahal Nabi Ibrahim tidak menyatakan bahwa hal itu merupakan perintah dari Allah swt.
Untuk mendidik kita menjadi orang yang memiliki ketajaman hati, puasa merupakan salah satu caranya, karenanya pada waktu puasa, teguran orang lain kepada kita meskipun dengan bahasa isyarat sudah menyadarkan akan kesalahan yang kita lakukan, ini membuat kita dengan mudah bisa menangkap dan membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, sesuatu yang selama ini semakin hilang dari pribadi masyarakat kita sehingga yang haq ditinggalkan dan yang bathil malah dikerjakan, Allah swt mengingatkan soal ini dalam firman-Nya:
وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itukepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2] : 188)
Dengan demikian, menjadi amat penting bagi kita semua untuk memperlakukan hati dengan sebaik-baiknya sehingga perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa sesudah Ramadhan berakhir dapat kita lakukan. Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdo’a:
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selamakami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.
اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari do’a yang tak didengar. (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’I)
 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka. 

Sumber: http://ramadhan.eramuslim.com/lima-cara-memperlakukan-hati/