Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama Al-Quran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Al-Sayyid Muhammad Rasyid Ridha

Rasyid  Ridha adalah Murid Muhammad Abdullah yang terdekat. Ia lahir pada tahun 1865 di Al-Qalamun, suatu desa di Libanon yang letaknya tidak jauh dari kota Tripoli (Suriah). Menurut keterangan, ia berasal dari keuturunan Al-Husan, yaitu Husain bin Ali Abi Thalib oleh karena itu ia memakai gelar “Al-Sayyid” di depan namanya. Ia dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan beragama dan  terhormat.

Semasa kecil ia dimasukkan ke Madrasah Tradisional di Al-Qalaman untuk belajar menulis, berhitung dan membaca Al-Qur’an, pad tahun 1882, ia merasakan pelajaran di al-Madrasah al-Watinah al-Islamiah (sekolah nasional Islam) di Tripoli. Di Madrasah ini, selain dari bahasa Arab di ajarkan pula bahasa Turki dan Perancis dan disamping pengetahuan-pengetahuan agama juga pengetahuan-pengetahuan modern. Sekolah ini didirikan oleh al-Syaikh Husain al-Jisr, seorang ulama Islam yang dipengaruhi oleh ide-ide modern. Di masa itu sekolah-sekolah missi Kristen telah mulai muncul di Suriah dan banyak menarik perhatian orang tua untuk memasukkan anak-anak mereka belajar di sana.

Rasyid Ridha meneruskan pelajarannya di salah satu sekolah agama untuk ada di Tripoli, tetapi dalam pada itu hubungan dengan al-Syaikh Husain al-Jisr berjalan terus dan guru inilah yang menjadi pembimbing baginya di masa muda. selanjutnya ia banyak dipengaruhi oleh ide-ide Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abdullah melalui majalah al-Urwah al-Mustqa, ia berniat untuk menggabungkan diri dengan al-Afghani di Istambul tetapi niat itu tidak terwujud, sewaktu Muhammad Abduh melalui berada dalam pembuangan di Beirut, ia mendapat kesempatan baik untuk berjumpa dan berdialog dengan murid-murid al-Afghani yang terdekat ini. Perjumpaan-perjumpaan dan dialognya dengan Muhammad Abduh meniggalkan kesan yang baik dalam dirinya. Pemikiran-pemikiran pembaharuan yang diperbolehnya dari al-Syekh Husain al-Jisr dan yang kemudian di perluas lagi dengan ide-ide al-Afghani dan Muhammad Abduh amat mempengaruhi jiwanya.

Semasa hidupnya Rasyid Ridha menulis dan menafsirkan Al-Qur’an yang diberi nama tafsir al-Manar yang merupakan tafsiran yang dilakukan oleh Muhammad Abduh yang diteruskan oleh Rasyid Ridha yang kemudian menjadi karangan dari Rasyid Ridha itu sendiri

-          Syekh Muhammad Rasyid Ridha merupakan salah seorang tokoh pembaharuan di Mesir yang juga murid dari Muhammad Abduh

-          Rasyid Ridha adalah penulis dari tafsir Al-Qur’an yang di beri nama al-Manar yang merupakan tafsiran yang dilanjutkan dari gurunya yaitu Muhammad Abduh itu sendiri
Ide-ide pembahasan tentang yang dibawa Rasyid Ridha adalah dalam bidang agama, bidang politik, bidang pendidikan dan toleransi bermazhab.

Rasyid Ridha lahir pada tahun 1865 di al-Qalamun, suatu desa di Libanon. Yang letaknya tidak jauh dari  kota Tripoli (Suriah) dan meninggal dunia pada bulan Agustus 1935
Rasyid Ridha, sebagai Muhammad Abduh, menghargai akal manusia, sungguhpun penghargaan terhadap akal tidak setinggi yang diberikan guru
Rasyid Ridha sebagai Jamaluddin al-Afghani, ia juga melihat perlunya hidupkan kembali kesatuan umat Islam.

Walaupun ide-ide yang dimajukan Rasyid Ridha banyak kemiripan/kesamaan dengan ide-ide Muhammad Abduh namun antara murid dan guru terdapat perbedaan yaitu guru lebih liberal dari murid, guru tidak mau terikat pada salah satu aliran atau mazhab yang ada dalam Islam. sedang Rasyid Ridha sebaliknya masih memegang mazhab dan masih terikat pada pendapat-pendapat Ibn Hambal dan Taimiyah


Jumat, 18 Maret 2011

Muhammad Abduh

Daftar Karya Tafsir
Syekh Muhamad Abduh bernama lengkap Muhammad bin Abduh bin Hasan Khairullah.  Beliau dilahirkan di desa Mahallat Nashr di Kabupaten al-Buhairah, Mesir pada 1850 M/1266 H, berasal dari keluarga yang tidak tergolong kaya dan bukan pula keturunan bangsawan.
Muhammad Abduh hidup dalam lingkungan keluarga petani di pedesaan.  Namun demikian, ayahnya dikenal sebagai orang terhormat yang suka memberi pertolongan. Semua saudaranya membantu ayahnya mengelola usaha pertanian, kecuali Muhammad Abduh yang oleh ayahnya ditugaskan untuk menuntut ilmu pengetahuan.  Pilihan ini bisa jadi hanya suatu kebetulan atau mungkin juga karena ia sangat dicintai oleh ayah dan ibunya. Hal tersebut terbukti dengan sikap ibunya yang tidak sabar ketika ditinggal oleh Muhammad Abduh ke desa lain, baru dua minggu sejak kepergiannya, ibunya sudah datang menjenguk. Beliau dikawinkan dalam usia yang sangat muda yaitu pada tahun 1865,  saat ia baru berusia 16 tahun.

Rabu, 16 Maret 2011

Ahmad Musthafa Al-Maraghi

Tahun Lahir : 1883 M.
Tahun Wafat : 1952 M.
Mazhab: Syafii-Asyariyah
Kategori: Tafsir

Nama lengkapnya adalah Ahmad Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im al-Maraghi. Kadang-kadang nama tersebut diperpanjang dengan kata Beik, sehingga menjadi Ahmad Musthafa al-Maraghi Beik. Ia berasal dari keluarga yang sangat tekun dalam mengabdikan diri kepada ilmu pengetahuan dan peradilan secara turun-temurun, sehingga keluarga mereka dikenal sebagai keluarga hakim. Beliau lahir di kota Marāghah, sebuah kota kabupaten di tepi barat sungai Nil sekitar 70 Km. di sebelah selatan kota Kairo, pada tahun 1300 H./1883 M. Nampaknya, kota kelahirannya inilah yang melekat dan menjadi nisbah bagi dirinya, bukan keluarganya. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa nama al-Maraghi tidak mutlak menunjukkan kepada dirinya. Ia wafat pada usia 69 tahun (1371 H./1952 M.) di Hilwan, sebuah kota kecil di sebelah selatan kota Kairo.

Biografi Imam Syafi’i

Nama dan Nasab

Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-’Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.