Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Pengertian Haji

mqtravel.co.id Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara` berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka`bah dan Mas`a (tempat sa`i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).
Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa`i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.

Kamis, 18 Oktober 2012

Tentang Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Jumat, 05 Oktober 2012

Apa sih Esensi haji



Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan kembali kita dengan Iedul Adha atau Iedul Qurban. Kita juga bersyukur dan berdo’a agar saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Haji tahun ini diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan aman, lancar dan selamat. Semoga pula mereka dapat kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat dan menjadi Haji yang Mabrur.
Seperti kita ketahui, dalam ibadah haji ada tiga kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan klimaksnya melempar jumrah di Mina. Tanpa melaksanakan ketiga rangkaian kegiatan ini, ibadah haji seseorang tidak syah. 

Pertama, wukuf di Arafah. Arafah  adalah padang pasir yang luas. Di tempat ini  jutaan manusia berkumpul dengan hanya memakai dua helai kain tak berjahit. Mereka menanggalkan baju kebesaran dunia dan melepaskan segala atribut kepangkatan. Mulai dari raja sampai rakyat biasa, semua sama. Tidak ada satupun yang memakai jas maupun pantalon, batik maupun safari. 
Wukuf di Arafah dilakukan siang hari, saat matahari terik menyengat. Semua duduk bersimpuh berdzikir dan beristighfar. Di sini instink dan sifat kemanusiaan dibangkitkan.  Akal/rasio  dan intelektualitas kita ditempa untuk membaca diri dan alam sekitar, sehingga diharapkan muncul sifat arif.   Sesuai dengan namanya, Arafah berarti pengetahuan dan sains . Karena Arafah inilah  pertama kali pengetahuan diberikan kepada manusia melalui orang tua kita, Adam AS.  “Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya….” (Al Baqarah 31). Dengan ilmu pengetahuan inilah  manusia mengolah alam ini untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.