Tampilkan postingan dengan label Renungan Hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Hari ini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2012

Untuk Mencapai Tujuan, Jangan Pernah Berhenti !

Perhatikanlah jam dinding atau jam tangan, akan terlihat jarum jam yang berputar sesuai dengan hitungan waktu dari mulai angka 1 sampai dengan angka seterusnya. Ketika jarum jam itu akan menuju angka 12 terlebih dahulu harus melewati angka-angka sebelumnya.
 
Begitupun dengan arah tujuan hidup kita harus jelas, dengan kewajiban untuk menapaki langkah demi langkah dalam suatu proses menjalaninya. Dimulai dengan menetapkan tujuan, setelah itu kita beramal, berikhtiar untuk menggapai arah tujuan tersebut. Jika tidak, maka penetapan tujuan yang sudah kita canangkan sebaik apa pun, pasti kita tidak akan dapat meraihnya.
Memiliki tujuan berarti memiliki arah dalam kehidupan ini. Mau ke mana arah hidup kita? Jika sudah memiliki arah yang benar dan harus bergerak menuju arah tersebut, maka secara pasti akan dapat mencapai tujuan tersebut. Yang penting tidak berhenti di tengah jalan untuk menggapainya. Apalagi jika memiliki tujuan yang besar, akan memakan waktu yang lama. Perlu kesabaran, ketekunan, dan optimis (husnuzhan) dalam mencapai tujuan tersebut. Jika ada saat kesabaran itu pudar kemudian berhenti, maka kegagalan dalam meraih tujuan itu pasti teralami. Selama tidak berhenti, dan terus berbuat untuk meraihnya, maka semakin dekat tujuan tersebut kita raih.

Jumat, 25 November 2011

Membeli Dunia Menjual Akhirat, Astagfirullah !!!

Sahabat seiman, Mentari telah bersinar, pertanda kesibukan hari telah dimulai kembali, siapkah pena diri tuk menggores kemuliaan..?, lihatlah, Allah telah menyediakan tintanya, kertasnya, bahkan referensi terbaik.. pantaskah bila coreng buram yang memenuhi, atau mengkoyak rusak indah lembarannya..?

Sahabat seiman, lembut firman Allah Swt menyentuh relung hati, artinya: “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (Q.S. Al Baqoroh: 86)

Sahabat seiman, apa pendapatmu bila ada yang membeli seekor lalat dengan simpanan deposito yang tak akan habis dinikmati banyak generasi..? mungkin kita terheran-heran, tetapi siapakah yang terkejut melihat orang yang berlari mengejar secuil kesenangan dunia yang sementara dengan melupakan tugasnya, dan tatkala hampir meraihnya, tak kuasa lagi diri menikmati, tak ada waktu lagi yang tersisa.., saat itu seseorang baru kan memahami bahwa ia telah merelakan miliknya yang berharga tak terhingga demi mendapatkan kecilnya dunia..

Sahabat seiman, lihatlah hari ini begitu indah, kebaikan yang ditebar melimpah ruah,apalah hebatnya jika hanya dapat menghabiskan fasilitas yang tersedia? Siapapun bisa bila hanya sekedar menikmati karunia yang telah sempurna.. Sahabat.., seharusnya kita dapat menjual dunia tuk membeli kebahagiaan akhirat.., bukan malah membeli kebahagiaan dunia dengan mengorbankan akhirat.. jangan lupakan tugas, mari ukir kemuliaan, selamat beraktifitas! (SaiBah)

*Ditulis utk Masyarakat Muslim Perkantoran oleh Bid. Pembinaan dan Dakwah Forsimpta, www.dakwahkantor.com*

sumber