Tampilkan postingan dengan label wukuf di arafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wukuf di arafah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?

Rumahfiqih.com Tersiar kabar dari pemerintahan Saudi Arabiyah menetapkan bahwa wukuf di Arofah untuk jamaah haji tahun ini jatuh pada hari jumat, tertanggal 3 oktober 2014, itu artinya pemerintah Saudi menetapkan hari itu sebagai tanggal 9 dzulhijjah.


Tentunya keputusan ini diambil setelah melalui prosesnya yang ma’lum, dengan terlebih dahulu sebelumnya melakukan rukyat hilal untuk menentukan tanggal 1 dzulhijjah. Hingga pada akhirnya menurut pemerintah Saudi 1 dzulhijjah itu jatuh pada hari kamis 25 september 2014.

Namun kabar berikutnya tersiar dari pemerintah kita setempat, melalui Kementrian Agama Republik Indonesia bahwa ternyata dari hasil rukyat yang dilakukan menetapkan bahwa 1 dzulhijjah itu jatuh pada hari jumat 26 sepetember 2014, itu artinya bahwa tanggal 9 dzulhijjah jatuh pada hari sabtu, dan ahadnya Idul Adha.

Perbedaan hasil rukyat kedua negara ini membuat ramai sebagian masyarakat Indonesia khususnya. Mungkin ada yang bingung, terutama dalam menentukan kapan kita yang di Indonesia ini melakukan puasa sunnah Arofah? Untuk seterusnya juga membingungkan, kapan kita berlebaran? Ikut pemerintah Saudi atau Indonesia?

Kamis, 18 Oktober 2012

Tentang Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Jumat, 05 Oktober 2012

Apa sih Esensi haji



Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan kembali kita dengan Iedul Adha atau Iedul Qurban. Kita juga bersyukur dan berdo’a agar saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Haji tahun ini diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan aman, lancar dan selamat. Semoga pula mereka dapat kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat dan menjadi Haji yang Mabrur.
Seperti kita ketahui, dalam ibadah haji ada tiga kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan klimaksnya melempar jumrah di Mina. Tanpa melaksanakan ketiga rangkaian kegiatan ini, ibadah haji seseorang tidak syah. 

Pertama, wukuf di Arafah. Arafah  adalah padang pasir yang luas. Di tempat ini  jutaan manusia berkumpul dengan hanya memakai dua helai kain tak berjahit. Mereka menanggalkan baju kebesaran dunia dan melepaskan segala atribut kepangkatan. Mulai dari raja sampai rakyat biasa, semua sama. Tidak ada satupun yang memakai jas maupun pantalon, batik maupun safari. 
Wukuf di Arafah dilakukan siang hari, saat matahari terik menyengat. Semua duduk bersimpuh berdzikir dan beristighfar. Di sini instink dan sifat kemanusiaan dibangkitkan.  Akal/rasio  dan intelektualitas kita ditempa untuk membaca diri dan alam sekitar, sehingga diharapkan muncul sifat arif.   Sesuai dengan namanya, Arafah berarti pengetahuan dan sains . Karena Arafah inilah  pertama kali pengetahuan diberikan kepada manusia melalui orang tua kita, Adam AS.  “Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya….” (Al Baqarah 31). Dengan ilmu pengetahuan inilah  manusia mengolah alam ini untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.